Pages

Pages - Menu

Senin, 24 Februari 2014

Welcome To The Jungle "PENTA BADAI RIMBA"

Welcome To The Jungle "PENTA BADAI RIMBA"


Panas terik yg menemani hari terakhir DIKLATSAR XVIII MAPAD PURPALA  menandakan akan lahirnya angkatan terbungsu untuk saat ini, angkatan XIX MAPAD PURPALA. Setelah melewati perjuangan tanpa kenal lelah selama beberapa hari di lapangan, akhirnya hari Sabtu petang tepatnya 25 Januari 2014 mereka sampai dititik awal perjuangan. "Welcome To The Jungle PENTA BADAI RIMBA"
"Show Time", Camp Jayagiri
"Eat, Sleep and Fight Together", Camp Jayagiri
"Yes, We Are Young and Wild"
"Eta Bengeut Seuseuh", Lawang Angin
"Sedih? itu lah kebersamaan.. MAPAD..MAPAD..MAPAD.."
"Pacet eta rarayna kontrol", Lawang Angin
"Tocol yg sedah bersendu dan bersyahdu alias mewek ahaha"
"Navigasi dulu Pak!!!"
"Longmarch menuju tempat berpulang", (Masih) Bandung
"Congratulation !!!!!"
"Pak Toto dan Anak Pak Toto"
"Selamat Kawan, kutunggu kalian di tanah tertinggi!!!"

"Akhirnya !!! Tumpeng Bro"
We Are PENTA BADAI RIMBA
"Menyon, Pooh, Pacet, Coet, dan Tocol"

Senin, 10 Februari 2014

Surya Tenggelam di Ujung Bumi

Gelap
 Ketika gelap datang menjemput sang rembulan, seakan hanya kegelapan yang tersaji setelahnya. Sebelumnya ada apa? oh ada senja yang menjadi pemanis di setengah dari 24 jam yang kita lalui, yang menjadikan langit sebelum gelap menjadi berwarna kuning, biru, hitam, ungu, putih dan mungkin warna apa saja yg dgn pastinya membuat mata ini seakan enggan berpaling untuk beberapa lama sampai langit pekat datang menyambut malam. 
#Hari ini, Bumi Siliwangi


Senja di Bulan Ramadhan, Cikuray
Photo : @Faudzil

Surga Tersembunyi itu Bernama "Pacitan"

Surga Tersembunyi itu Bernama "Pacitan"
     Bagi saya berlibur ke bali itu terlalu mainstream , lebih baik berjalan diatas pasir putih ditemani semilir angin laut yg berhembus di sebuah pantai bersih nan indah di pesisir Pacitan. Jreng..Jreng This is Pacitan !!!
Coba tebak pantai apa? Photo : Me
     Perjalanan dari Bandung menuju Pacitan ditemani oleh si Bendul (BOEMI) yg udah ngebet banget pengen liburan hehe, sekalian ada misi tersembunyi katanya sih tapi entah misi apa asal jgn misi bom bunuh diri aja sih *ups
        Dari Bandung kami menggunakan kereta menuju jogja dan dilanjutkan mengunjungi teman seperantauan di sudut kota Jogja, sebenernya sih mau pinjem motor dgn alasan silaturahmi tapi ini memang salah satu point of view - nya arti sebuah tali persaudaraan hehe *alibi. Singkat cerita esoknya kami memulai perjalanan menuju salah satu pantai di Pacitan, yaaah pantai itu bernama Klayar.
Pantai Klayar, Pacitan
      Setelah bermalam di Klayar, perjalanan pun dilanjutkan dgn menelusuri jalanan berliku di pesisir Pacitan. Terdapat beberapa pantai yg kami kunjungi, diantaranya Watu Karung, Srau, Teleng Ria, dan Pancer. Begitu indahnya semua pantai yg kami kunjungi terasa bersih, damai dan tentunya AWESOME!!! dan ini lah alasan saya kenapa lebih memilih Pacitan,.... Cekidot mate ^_^
Watu Karung Beach, Pacitan

Srau Beach, Pacitan, Indonesia
Sunsetnya pantai Watu Karung
Teleng Ria Beach, Pacitan

Menapaki Mandala

Menapaki Mandala
        Minggu di pagi hari, saat sang surya enggan menengok bumi hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi. Dan jam 8 lebih beberapa menit sesosok jomblowati pencari cinta sejati (red. Ima Damayanti M) datang entah dari mana muncul begitu saja dan dgn lembut memukul pintu sekretariat untuk membangunkan kami yang tertidur pulas setelah semalam berkeliling di tengah gelapnya galaksi sembari mencari "Indah dalam Gelap" di Kota Bandung.
"Indah dalam Gelap" Photo : Me
         Putaran jarum terkecil di jam tangan kesayangan akhirnya sampai di angka 10, tandanya perjalanan hari ini harus kami (red. Ucil, Ima, Imu, Niko, Cacing, & si Ehm) mulai. Dengan menaiki kuda besi tak bergigi kami menuju salah satu "Curug" di kaki gunung Tangkuban Parahu, tepatnya Curug Mandala yg terletak di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Subang. 
        Untuk mencapai Curug Mandala dari Kampus tercinta (red. UPI) kami mengendarai motor menuju Desa Panaruban,setelah memasuki gerbang PTPN perjalanan mulai berbatu dan naik turun sehingga menggunakan motor trail/berjalan kaki lebih disarankan. Jalanan berbatu dan mendaki pun ditemani  kabut siang dan tetesan air hujan yg membuat perjalanan ini begitu menantang. Sesampainya di lokasi kami disuguhi suara gemercik air yang bersumber dari Curug, sebelum mengabadikan momen kami memutuskan untuk membuat perapian di salah satu saung yg terdapat di sekitar curug.
Salah satu "saung" yg terletak di sekitar Curug Mandala, Photo : Me
      Semakin sore dan langit pun berwarna biru menandakan hujan yang sedari tadi mencumbui tanah berhenti sejenak, yaaah kesempatan kali ini kami nikmati dengan "Sosorodotan" dari salah satu curug kecil yang begitu menggugah hasrat untuk berenang.
"Sosorodotan" photo : Me
Duet Maut hehe Photo : Me
       Setelah hasrat berenang yg terpenuhi, mengabadikan momen di Curug Mandala pun menjadi pilihan selanjutnya, menuruni jalan setapak beberapa menit Curug Mandala sudah terlihat begitu indah tanpa berfikir terlalu lama kamera pun mulai kembali beraksi. Yeaaaah foto2 lagi ^_^ ...



      Kenyang berfoto ria, kami memutuskan untuk kembali pulang ke Kampus tercinta (red. UPI) sekitar sore hari. Setelah berkemas perjalanan pulang pun dimulai dan masih ditemani kabut sore dan gemercik hujan yg kembali mencumbui bumi.