Menapaki Mandala
Menapaki Mandala
Minggu di pagi hari, saat sang surya enggan menengok bumi hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi. Dan jam 8 lebih beberapa menit sesosok jomblowati pencari cinta sejati (red. Ima Damayanti M) datang entah dari mana muncul begitu saja dan dgn lembut memukul pintu sekretariat untuk membangunkan kami yang tertidur pulas setelah semalam berkeliling di tengah gelapnya galaksi sembari mencari "Indah dalam Gelap" di Kota Bandung.
| "Indah dalam Gelap" Photo : Me |
Putaran jarum terkecil di jam tangan kesayangan akhirnya sampai di angka 10, tandanya perjalanan hari ini harus kami (red. Ucil, Ima, Imu, Niko, Cacing, & si Ehm) mulai. Dengan menaiki kuda besi tak bergigi kami menuju salah satu "Curug" di kaki gunung Tangkuban Parahu, tepatnya Curug Mandala yg terletak di Kampung
Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Subang.
Untuk mencapai Curug Mandala dari Kampus tercinta (red. UPI) kami mengendarai motor menuju Desa Panaruban,setelah memasuki gerbang PTPN perjalanan mulai berbatu dan naik turun sehingga menggunakan motor trail/berjalan kaki lebih disarankan. Jalanan berbatu dan mendaki pun ditemani kabut siang dan tetesan air hujan yg membuat perjalanan ini begitu menantang. Sesampainya di lokasi kami disuguhi suara gemercik air yang bersumber dari Curug, sebelum mengabadikan momen kami memutuskan untuk membuat perapian di salah satu saung yg terdapat di sekitar curug.
| Salah satu "saung" yg terletak di sekitar Curug Mandala, Photo : Me |
Semakin sore dan langit pun berwarna biru menandakan hujan yang sedari tadi mencumbui tanah berhenti sejenak, yaaah kesempatan kali ini kami nikmati dengan "Sosorodotan" dari salah satu curug kecil yang begitu menggugah hasrat untuk berenang.
| "Sosorodotan" photo : Me |
Setelah hasrat berenang yg terpenuhi, mengabadikan momen di Curug Mandala pun menjadi pilihan selanjutnya, menuruni jalan setapak beberapa menit Curug Mandala sudah terlihat begitu indah tanpa berfikir terlalu lama kamera pun mulai kembali beraksi. Yeaaaah foto2 lagi ^_^ ...
Kenyang berfoto ria, kami memutuskan untuk kembali pulang ke Kampus tercinta (red. UPI) sekitar sore hari. Setelah berkemas perjalanan pulang pun dimulai dan masih ditemani kabut sore dan gemercik hujan yg kembali mencumbui bumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar